Kadang-kadang kita mempunyai banyak file foto/gambar di komputer yang harus dikelompokkan ke dalam berbagai folder yang belum dibuat. Adalah melelahkan jika harus membuat banyak folder dan menamainya satu per satu di aplikasi desktop File Explorer. Ada cara yang lebih cepat, yakni membuat daftar nama folder dan subfolder-nya terlebih dulu pada sebuah file teks (misal, list.txt) atau file CSV (comma-separated values) yang mendukung karakter unicode UTF-8 (misal, list.csv). Gunakan aplikasi Notepad dan software Excel untuk membuat file TXT dan file CSV. Daftar nama folder dituliskan per baris ke bawah, bukan menyamping. Kemudian, jalankan batch script (file BAT) berikut ini. for /f "tokens=1 delims=" %%d in (list.txt) do md "%%d" atau for /f "tokens=1 delims=::" %%d in (list.csv) do md "%%d" Ingatlah, file BAT, file TXT atau file CSV-nya harus berada dalam parent folder atau current folder yang sama.
0 Comments
Jika ingin menggunakan green screen background pada saat online meeting, misalnya dengan aplikasi desktop Zoom, dapat menggunakan Impraboard warna hijau muda terang yang disenderkan pada senderan kursi. Ukuran Impraboard-nya harus cukup besar (minimum 30 inch x 40 inch atau 75 cm x 100 cm; tebal 3 mm) agar dapat melingkupi kepala hingga pinggang. Untuk kursi yang mempunyai sandaran tangan (arm rest), Impraboard dapat diletakkan di atasnya agar kelihatan lebih tinggi pada tampilan webcam. Gunakan lampu dari atas kepala agar Impraboard-nya terpapar cahaya dengan merata dan bayangan badan jatuh menyudut ke bawah. Resolusi webcam dipilih pada 640 x 480p dengan rasio 4:3 agar sudut pandang (FOV) tidak melebar ke samping. Sebagai catatan, pemasangan Impraboard lebih cepat dan praktis ketimbang pemasangan kain green screen berbahan spunbond jika objeknya hanya duduk saja. Jangan kuatir akan permukaan Impraboard yang sedikit bergelombang karena tidak akan nampak jelas pada kamera webcam daripada bekas lipatan kain green screen spunbond yang sering berkerut. Untuk membagi (mem-split) sebuah gambar menjadi beberapa potongan (tile) dengan ukuran yang sama, dapat menggunakan software Tilemage. Gambar yang besar dibagi menjadi beberapa baris dan kolom dengan perbandingan ukuran lebar (width) dan tinggi (height) tertentu. Misalnya, sebuah gambar long screenshot dari smartphone dengan ukuran 1080 x 16775 piksel hendak dicetak ke dalam ukuran kertas A4 (ukuran 210 x 297 mm atau kira-kira 2:3). Maka, gambar itu harus dibagi menjadi 1 kolom dan 11 baris agar tiap potongan tile-nya mempunyai perbandingan ukuran lebar dan tinggi 2:3 atau 1080 x 1525 piksel. Selain itu, dapat juga menggunakan software PhotoScape dengan fitur "Splitter" (Pemotong). Parameter splitter-nya dapat dipilih, apakah akan dipotong berdasarkan jumlah baris dan kolom atau berdasarkan ukuran dari masing-masing tile. Untuk membuat pasfoto ID secara cepat dan memenuhi standar dari sebuah negara, misalnya Indonesia (2 in x 2 in, printed), dapat menggunakan software Passport Photo Maker. Hasil dari foto dapat dicetak atau diarsip secara digital dalam format JPG. Software ini dapat digunakan oleh seseorang yang sedang membuat paspor dan visa digital.
Yang perlu disiapkan adalah foto diri dalam 3 bulan terakhir yang diambil dengan latar belakang putih polos dan dengan pencahayaan yang baik. Bahkan, untuk keperluan yang mendadak, dapat menggunakan kamera depan (selfie) dari smartphone, asalkan fokusnya tajam (tidak blur/buram), tidak gelap, tidak ada shadow, dan ekspresi wajah natural. Lihat juga artikel berjudul "Template Pasfoto Berbagai Negara". Para desainer grafis independen pasti tahu mahalnya biaya berlangganan Illustrator dan Photoshop CC. Syukurlah kini ada software sejenis (bukan open-source) yang fungsinya mirip, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau. Software alternatif untuk Illustrator adalah Affinity Designer, sedangkan software alternatif untuk Photoshop adalah Affinity Photo. Meskipun fiturnya tidak selengkap Illustrator dan Photoshop CC, tetapi perangkat-perangkat gambar yang ada di kedua software tersebut sudah sangat memadai. Tampilan antarmukanya (GUI) tertata rapi dan user-friendly. Tentunya ini memudahkan seorang desainer grafis untuk lebih cepat menguasainya. Namun, ternyata ada hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan kedua software ini karena ada issue mengenai flicker atau glitch yang kadang-kadang muncul di monitor. Hal ini dipicu oleh display driver, refresh rate, atau setting graphic card yang tidak sesuai ketika menjalankan software ini. Cobalah versi trial-nya lebih dulu. Jika semua berjalan lancar dan baik, barulah ambil keputusan untuk membelinya. Untuk mentransfer dan mem-backup file-file foto/video dari smartphone ke komputer/notebook, dapat menggunakan aplikasi PhotoSync. Install aplikasi PhotoSync di smartphone dan aplikasi desktop PhotoSync Companion di komputer (icon-nya akan ada di systray). Kedua perangkat harus terhubung ke jaringan Wi-Fi yang sama. Proses transfer file dapat berlangsung bolak-balik (send and receive), dari smartphone ke komputer atau sebaliknya dari komputer ke smartphone dengan cepat. Bahkan, dapat mentransfer file foto/video antar-smartphone/tablet.
Gunakan software aplikasi bernama Files sebagai alternatif aplikasi File Explorer bawaan Windows 10. Anda akan menemukan panel preview yang lebih responsif dan dapat mem-preview hampir segala jenis file video (mp4, webm), gambar (jpg, png, gif, webp), suara (mp3, wav), dokumen (pdf, txt), dan sebagainya. Salah satu kegunaan panel preview ini adalah untuk renaming file lebih praktis karena dapat mengetahui isi file tersebut tanpa harus membuka media player eksternal. Ada juga fitur multi-tab seperti web browser yang sangat berguna untuk berpindah Windows dengan cepat. Kelemahannya, cloud storage drive tidak dapat muncul sebagai local drive letter. Download link aplikasinya dari Microsoft store: https://www.microsoft.com/en-us/p/files/9nghp3dx8hdx#activetab=pivot:overviewtab Selain itu, ada software Explorer++ (free) yang dapat digunakan untuk file manager yang lebih responsif dari File Explore bawaan Windows. Salah satu kegunaannya adalah dapat memunculkan thumbnail dari file gambar secara cepat. Ada pula software Xplorer2 yang juga dapat menampilkan thumbnail dan preview dari file gambar dan video yang ada di local drive dan cloud drive. Keunggulan software ini terletak pada kemampuannya untuk menampilkan thumbnail dan preview file-file gambar yang ada di smartphone, yang dihubungkan ke komputer dengan kabel USB. Sayangnya, untuk file video tidak dapat ditampilkan thumbnail dan preview-nya. Di blog berjudul "Open-Source Bitmap Image Editor", telah diutarakan 2 software alternatif untuk mengolah/mengedit foto dan gambar bitmap selain Adobe Photoshop, yaitu GIMP dan paint.net.
Fitur-fitur utama dalam software GIMP dan paint.net termasuk lengkap dan free of charge (donasi). Kelemahan software GIMP adalah tampilan antarmuka (GUI) yang clutter dan sukar dipelajari, sedangkan kelemahan software paint.net adalah tidak kompatibel dengan file format PSD (Photoshop). Artinya, tidak dapat membaca atau menyimpan file gambar dalam format PSD. Sebagai alternatif tambahan, ada software RealWorld Photos yang mendukung file format PSD secara terbatas. Keunggulannya, dapat menyimpan file JPG yang sudah diedit tanpa loss quality. Umumnya, proses pengolahan dan penyimpanan file gambar JPG di software Adobe Photoshop adalah dari format JPG ke PSD, lalu ke JPG kembali atau JPG-PSD-JPG. Rute kompresi ini mengakibatkan penurunan kualitas gambar secara keseluruhan. Software RealWorld Photos dapat berfungsi sebagai software "intermediate" sebelum hasil akhir gambar JPG-nya disimpan. Rekompresi hanya dilakukan pada area gambar yang diedit saja, tidak seluruhnya. Software RealWorld Photos ini juga mendukung proses batch dan dapat di-customised dengan Javascript. Kelemahan software RealWorld Photos ini adalah sudah lama tidak di-update. Perangkat (tools) gambarnya pun terbatas dan kurang responsif (pelan) waktu digunakan. Sesuai namanya, app Multi Layer - Photo Editor adalah sebuah aplikasi Android pengolah gambar/foto yang berbasis layer (sama seperti Photoshop). Ini berarti teks, stiker, atau emoji yang ditambahkan pada foto, diperlakukan sebagai layer. Urutan layer demi layer dapat diatur untuk mendapatkan gambar akhir yang diinginkan.
Aplikasi Multi Layer - Photo Editor ini lebih unggul daripada aplikasi picture editor lainnya yang tidak berbasis layer karena project file-nya dapat disimpan dan masih dapat diedit kembali. Untuk memperbaiki foto yang blur (buram) karena camera shake, salah fokus, atau motion blur, dapat menggunakan software Easy Photo Unblur. Di samping itu, dapat juga menggunakan software Franzis Sharpen Projects untuk memperbaiki hasil foto yang blur dengan cara mempertajam detail. Misalnya, untuk mempertajam detail dari objek foreground pada foto makro dan untuk mengurangi blur karena penggunaan shutter speed yang rendah. |
AuthorMultimedia Archives
April 2025
Categories |