Sewaktu membaca sebuah artikel yang berguna di smartphone dengan menggunakan web browser, misalnya Chrome, kadangkala kita ingin menyimpannya sebagai file arsip. Cara yang umum adalah melakukan screenshot dan save ke file gambar.
Namun, bagaimana caranya untuk menyimpan seluruh artikel tersebut dalam file format PDF? Caranya adalah dengan menggunakan aplikasi PrinterShare. Klik menu "Share..." yang ada di web browser Chrome (menu "hamburger" atau "titik tiga" di pojok kanan atas) dan pilih ikon aplikasi "PrinterShare". Klik tombol "Print". Di bagian opsi, pilih paper size (misal, A4) dan pilih printer "Print to PDF". Kemudian, tentukan halaman yang akan di-print, apakah semua atau halaman tertentu saja. Lihat juga blog berjudul "Printing Langsung dari Gadget Android"
0 Comments
Kadang-kadang kita mempunyai banyak file foto/gambar di komputer yang harus dikelompokkan ke dalam berbagai folder yang belum dibuat. Adalah melelahkan jika harus membuat banyak folder dan menamainya satu per satu di aplikasi desktop File Explorer. Ada cara yang lebih cepat, yakni membuat daftar nama folder dan subfolder-nya terlebih dulu pada sebuah file teks (misal, list.txt) atau file CSV (comma-separated values) yang mendukung karakter unicode UTF-8 (misal, list.csv). Gunakan aplikasi Notepad dan software Excel untuk membuat file TXT dan file CSV. Daftar nama folder dituliskan per baris ke bawah, bukan menyamping. Kemudian, jalankan batch script (file BAT) berikut ini. for /f "tokens=1 delims=" %%d in (list.txt) do md "%%d" atau for /f "tokens=1 delims=::" %%d in (list.csv) do md "%%d" Ingatlah, file BAT, file TXT atau file CSV-nya harus berada dalam parent folder atau current folder yang sama.
Secara default, folder path dari aplikasi-aplikasi desktop yang ada di Windows disembunyikan (hidden); tidak seperti software yang umumnya terinstalasi di folder path "C:\Program Files\" atau di "C:\Program Files (x86)\". Untuk memperoleh daftar atau list semua aplikasi desktop yang ada di Windows, ketik command berikut ini di aplikasi desktop Powershell atau Windows Terminal Command Prompt.
Get-AppxPackage >e:\Download\apps.txt Nantinya akan dihasilkan sebuah file teks bernama apps.txt pada folder path "E:\Download\" yang berisi daftar semua aplikasi desktop (bukan daftar software) yang ter-install di Windows. Dengan menggunakan aplikasi Notepad, carilah nama program dan perhatikan path dari file exe-nya di bagian "InstallLocation". Misalnya, untuk aplikasi WA Desktop, file exe-nya ada di path: C:\Program Files\WindowsApps\5319275A.WhatsAppDesktop_2.2228.14.0_x64__cv1g1gvanyjgm\app\WhatsApp.exe Dengan mengetahui folder path dari aplikasi desktop yang "tersembunyi" tersebut, kita dapat membuat shortcut dan menjalankan aplikasi tersebut dengan cepat. Untuk mengakses system utility atau program di Windows dengan cepat, dapat dibuat semacam dashboard shortcut ke program-program tersebut. Untuk itu, dapat menggunakan software AutoPlay Menu Builder dan Autorun Max!. Software ini sebenarnya ditujukan untuk membuat menu auto-run pada CD/DVD. Namun, dapat juga digunakan untuk membuat menu pada hard drive lokal.
Tampilan dan content menu dashboard dapat dibuat sesuai kebutuhan, misalnya kita ingin mengakses Control Panel, menjalankan sebuah program, membuka sebuah file, atau sekedar meng-explore sebuah folder yang sering dibuka dengan sekali klik saja. Dilihat dari fungsinya, dashboard shortcut ini hampir sama seperti shortcut program yang ada di Windows Desktop, hanya saja dikemas dalam bentuk sebuah menu yang dapat di-customized secara khusus. Berikut ini adalah contoh beberapa shortcut khusus yang dapat dibuat di software AutoPlay Menu Builder. Shortcut ke folder aplikasi Windows: %WinDir%\explorer.exe shell:::{4234d49b-0245-4df3-B780-3893943456e1} Catatan: %WinDir% adalah variable path ke C:\Windows Shortcut ke Windows Desktop: %WinDir%\explorer.exe shell:::{3080F90D-D7AD-11D9-BD98-0000947B0257} Shortcut ke Control Panel: C:\Users\%Username%\AppData\Roaming\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs\System Tools\Control Panel Catatan: %Username% adalah environment variable dari user name. Untuk mengetahui user name, ketik "echo %USERNAME%" (tanpa tanda kutip) di Command Prompt (CMD Prompt). Shortcut ke System Properties: %SysDir%\sysdm.cpl Catatan: %SysDir% adalah variable path ke C:\Windows\System32 Shortcut ke Windows Spotlight: C:\Users\%Username%\AppData\Local\Packages\Microsoft.Windows.ContentDeliveryManager_cw5n1h2txyewy\LocalState\Assets Shortcut ke WhatsApp Desktop Application: C:\Program Files\WindowsApps\5319275A.WhatsAppDesktop_2.2228.14.0_x64__cv1g1gvanyjgm\app\WhatsApp.exe Jika ingin menggunakan green screen background pada saat online meeting, misalnya dengan aplikasi desktop Zoom, dapat menggunakan Impraboard warna hijau muda terang yang disenderkan pada senderan kursi. Ukuran Impraboard-nya harus cukup besar (minimum 30 inch x 40 inch atau 75 cm x 100 cm; tebal 3 mm) agar dapat melingkupi kepala hingga pinggang. Untuk kursi yang mempunyai sandaran tangan (arm rest), Impraboard dapat diletakkan di atasnya agar kelihatan lebih tinggi pada tampilan webcam. Gunakan lampu dari atas kepala agar Impraboard-nya terpapar cahaya dengan merata dan bayangan badan jatuh menyudut ke bawah. Resolusi webcam dipilih pada 640 x 480p dengan rasio 4:3 agar sudut pandang (FOV) tidak melebar ke samping. Sebagai catatan, pemasangan Impraboard lebih cepat dan praktis ketimbang pemasangan kain green screen berbahan spunbond jika objeknya hanya duduk saja. Jangan kuatir akan permukaan Impraboard yang sedikit bergelombang karena tidak akan nampak jelas pada kamera webcam daripada bekas lipatan kain green screen spunbond yang sering berkerut. Pada umumnya, layar smartphone akan off dengan sendirinya setelah beberapa saat jika tidak ada aktivitas, terkecuali di-setting secara khusus agar tetap menyala. Namun, ada saatnya kita menginginkan agar layar smartphone tetap dalam keadaan on, misalnya pada saat membaca e-book, artikel berita, atau pada saat smartphone sedang di-remote dari komputer. Untuk membuat layar smartphone Android tetap dalam keadaan on atau menyala, dapat menggunakan bantuan aplikasi MacroDroid. Adapun contoh instruksi macro/makro dari app MacroDroid yang digunakan dapat diunduh dari link di bagian bawah artikel ini. Dalam contoh ini, akan ada 2 floating button sebagai trigger untuk menjalankan instruksi macro bernama "Screen On" dan "Screen Off". Macro "Screen On" untuk membuat layar smartphone tetap menyala dan macro "Screen Off" untuk mengembalikan kondisi agar layar dapat padam dan terkunci jika tidak digunakan. Sebagai catatan, jangan lupa untuk menjalankan macro "Screen Off" jika macro "Screen On" sudah tidak lagi digunakan. Lihat juga blog atau artikel terkait berjudul "Menjalankan Makro pada Smartphone".
Gunakan klik kanan dan save as macro file untuk mengunduh file makro dari app MacroDroid ini.
Untuk men-sharing mouse dan keyboard antara smartphone dan komputer, dapat menggunakan aplikasi DeskDock Pro yang di-install di smartphone dan software DeskDock Server yang di-install di komputer.
Aplikasi unik ini menjadikan layar smartphone seolah-olah seperti "extended monitor" dari komputer. Posisi kursor dan pointer dari mouse dapat berada di layar monitor komputer maupun "menyeberang" ke layar smartphone. Demikian juga keyboard dapat berfungsi di layar monitor maupun layar smartphone. Dengan cara sharing mouse dan keyboard seperti ini berarti kita dapat mengendalikan/me-remote smartphone dari komputer. Salah satu cara untuk melakukan screen cast layar smartphone Android ke layar OBS Studio di komputer adalah dengan menggunakan aplikasi Screen Stream Mirroring Pro. Setelah meng-install aplikasi tersebut di smartphone, pilihlah local streaming ke "VLC media player/OBS". Catat nilai IP address yang muncul di layar smartphone. Sementara itu, buka software OBS Studio di komputer dan tambahkan "Media Source" pada kolom "Sources". Klik properties dari "Media Source" dan matikan pilihan "Local File". Kemudian, masukkan nilai IP address yang telah dicatat sebelumnya di bagian "Input". Untuk menghindari screen lag yang terlalu lama, aturlah resolusi video dan frame rate-nya agar tidak terlalu tinggi di app Screen Stream Mirroring Pro. Jika sistem Android dari smartphone sudah versi 10 atau di atasnya, maka dapat melakukan internal audio streaming. Jika masih versi 9 atau di bawahnya, hanya dapat melakukan microphone audio streaming. Kelemahan app Screen Stream Mirroring Pro ini adalah tidak dapat melakukan screen casting/mirroring content aplikasi atau web yang berisi materi gambar video yang diproteksi. Layar smartphone yang di-casting akan nampak sebagai blank screen atau hitam saja di layar OBS Studio. Aplikasi Screen Stream Mirroring Pro juga dapat digunakan untuk screen casting ke Android TV, broadcast langsung ke YouTube, Facebook, dan lain-lain. Untuk membagi (mem-split) sebuah gambar menjadi beberapa potongan (tile) dengan ukuran yang sama, dapat menggunakan software Tilemage. Gambar yang besar dibagi menjadi beberapa baris dan kolom dengan perbandingan ukuran lebar (width) dan tinggi (height) tertentu. Misalnya, sebuah gambar long screenshot dari smartphone dengan ukuran 1080 x 16775 piksel hendak dicetak ke dalam ukuran kertas A4 (ukuran 210 x 297 mm atau kira-kira 2:3). Maka, gambar itu harus dibagi menjadi 1 kolom dan 11 baris agar tiap potongan tile-nya mempunyai perbandingan ukuran lebar dan tinggi 2:3 atau 1080 x 1525 piksel. Selain itu, dapat juga menggunakan software PhotoScape dengan fitur "Splitter" (Pemotong). Parameter splitter-nya dapat dipilih, apakah akan dipotong berdasarkan jumlah baris dan kolom atau berdasarkan ukuran dari masing-masing tile. Untuk mentransfer (download/upload) file secara cepat dari cloud storage ke internal storage/hard drive komputer atau sebaliknya, dapat menggunakan bantuan software Air Explorer.
Karena kemampuannya untuk mentransfer file antar-cloud storage, maka software Air Explorer ini sangat berguna jika seseorang mempunyai banyak akun cloud storage yang file-file-nya harus di-manage secara terpadu. |
AuthorMultimedia Archives
April 2025
Categories |