Pada saat kita menonton video online (misal, YouTube) ber-subtitle bahasa asing di smartphone/tablet, kadangkala ada kata atau istilah yang tidak kita ketahui artinya. Umumnya, kita akan membuka kamus online (misal, Google Translate) secara manual, lalu mengetikkan kata tersebut untuk menerjemahkannya ke bahasa Indonesia.
Namun, dengan bantuan aplikasi video player Android bernama LSubs, maka kita cukup menyentuh (mengetuk/tap) kata atau rangkaian kata dalam subtitle tersebut untuk memunculkan artinya. Lebih praktis dan cepat, bukan? Cocok untuk yang sedang belajar memperdalam kosakata bahasa asing.
0 Comments
Untuk membuat video slideshow dari file-file foto/gambar dengan efek "pan & zoom" atau efek "Ken Burns" yang halus (smooth), dapat menggunakan software PhotoFilmStrip.
Keunggulannya software PhotoFilmStrip ini adalah output videonya dapat dipilih dari ukuran HD (720p), full HD (2K), ultra HD (4K dan 8K). Bahkan, frame rate-nya dapat dipilih hingga 60 fps. Makin tinggi resolusi, makin tajam dan detail gambarnya saat zooming. Makin tinggi frame rate, pan motion menjadi semakin smooth dan bebas flicker. Sebagai catatan, pilihlah frame rate 30 fps ketimbang 25 fps untuk efek "panning" yang lebih smooth. Di samping itu, software ini dapat menghasilkan file subtitle SRT secara tersendiri. Ini berarti teks keterangan dari foto/gambar tidak di-burn-in dalam video slideshow-nya. Kekurangannya, tidak dapat menerima file video sebagai input-nya dan tidak ada efek lain selain "pan & zoom". Ada software lainnya yang dapat digunakan, seperti Slideshow Studio HD dari Ashampoo. Namun, efek panning-nya tidak terlalu halus karena output videonya dibatasi pada frame rate 25 fps saja, meskipun resolusinya dapat mencapai ultra HD 4K. Selain itu, software slideshow yang dapat menghasilkan efek "pan & zoom" serta efek-efek lainnya yang baik adalah AMS SmartSHOW 3D dan WnSoft PTE AV Studio Pro (sebanding dengan software Proshow Producer yang sudah tidak beredar lagi) yang harganya cukup mahal, tetapi sangat powerful. Cocok untuk para fotografer yang ingin merangkai hasil fotonya dengan tampilan slideshow yang nampak profesional. Software video editor pun dapat digunakan untuk membuat slideshow yang lebih kompleks dengan mencampur image dan video bersama-sama. Sebagai contohnya adalah software VSDC Video Editor yang memiliki fitur membuat video slideshow serta mengeditnya dengan lebih mendetail pada editor timeline. Gunakan frame rate projek pada 60 fps untuk mendapatkan gerakan panning yang halus dan bebas kedip. Dapat juga menggunakan software Movavi Video Editor Plus yang dapat menghasilkan video slideshow sampai 120 fps. Di sinilah kuncinya, gunakan selalu frame rate yang tinggi untuk membuat video slideshow "pan & Zoom" yang halus. Untuk membuat slideshow dengan efek "pan & zoom" di aplikasi Android, dapat menggunakan app bernama Motion Ninja. Aplikasi ini sebenarnya adalah sebuah aplikasi video editor dan animasi yang berbasis keyframe. Dari sekian banyak software untuk burning DVD-video disc, ada satu yang lengkap dan baik yakni Ashampoo Burning Studio.
Dikatakan lengkap karena software ini dapat membuat struktur folder DVD (AUDIO_TS dan VIDEO_TS) secara otomatis dari file-file video. Jadi, tidak perlu menyiapkan folder VIDEO_TS-nya terlebih dahulu dengan software DVD authoring yang terpisah. Selain untuk burning DVD-video disc, Ashampoo Burning Studio ini berfungsi juga sebagai software all-in-one untuk burning semua jenis disc multimedia (gambar, video, audio). Ada kalanya kita ketinggalan melihat bagian awal sebuah video live streaming yang sedang berlangsung di YouTube alias sudah terlewat beberapa menit (bukan video YouTube yang premieres pre-recorded). Namun, selama live streaming itu masih ditayangkan, ada cara untuk mengunduh dan melihatnya kelak, yakni dengan bantuan command-line program bernama yrewind. Program yrewind memerlukan browser Chrome versi portable yang telah diunduh sebelumnya ke komputer. Parameter input yang diperlukan adalah URL link video YouTube, waktu awal video dimulai (atau mundur beberapa menit ke belakang), durasi video yang akan diunduh, serta resolusi videonya. Sebagai catatan, video hanya dapat diunduh jika acara live streaming masih berlangsung atau masih ada. Sebuah Windows batch command dalam bentuk batch file (BAT) dapat dibuat untuk memudahkan eksekusi command program yrewind tersebut. Sebagai contoh: @echo off set /p "Input=Enter URL: " set /p Time=Minutes to rewind: set /p Duration=Duration to download: set /p Resolution=Resolution (480,720,1080): yrewind -url=%Input% -k=false -b="C:\Program Files Portable\yrewind\GoogleChromePortable\GoogleChromePortable.exe" -start=-%Time% -duration=%Duration% -resolution=%Resolution% -output="E:\DOWNLOAD\*id*_*start[yyyy-MM-dd_HHmmss]*.mp4" Catatan: - Nama file output tidak boleh ada spasi. - "Minutes to rewind" adalah interval waktu dalam satuan menit antara waktu sekarang dan waktu dimulainya live streaming. Dapat dihitung dengan program Date and Time Calculator atau Simple Date & Time Calculator. - Durasi maksimum video yang dapat di-download adalah 300 menit (secara teori). Namun, dalam situasi tertentu mungkin hanya 3-4 menit. - Gunakan Google Chrome portable versi yang lama (versi 109) agar script dapat berjalan lancar. Jendela browser Chrome harus dalam keadaan tertutup. Penting untuk dicatat juga, beberapa software anti-malware, seperti Malwarebytes dan RogueKiller, memblok file yrewind.exe. Untuk mengatasinya, masukkan folder berisi file yrewind.exe ke allow list software anti-malware tersebut. Agak disayangkan program yrewind ini sering gagal mengunduh file video YouTube akibat getting no information atau terjadi server error. Sebagai alternatif, ada program serupa yang dapat digunakan, yaitu pyarxiver dan ytarchive. Bedanya, ytarchive hanya dapat mengunduh video dari waktu awal live stream mulai ditayangkan, sedangkan pyarxiver dapat mengunduh dari titik waktu kapan saja setelah ditayangkan, asal saja stream-nya masih live. Selain itu, pyarxiver dapat juga mengunduh dari awal video YouTube yang sedang premiere. Contoh batch command untuk menjalankan perintah program pyarxiver: @echo off set /p "_url=Live stream URL: " set /p "_rewindtime=Hours and minutes to rewind (h:m): " set /p "_res=Resolution (480p, 720p, 1080p): " pyarxiver %_url% %_rewindtime% %_res% Catatan: - Tekan tombol Ctrl dan tombol huruf C secara bersamaan (Ctrl+C) di keyboard komputer untuk menghentikan proses download. - Ubah-ubah nilai "Hours and minutes to rewind" atau unduh di lain waktu jika terjadi error berupa no information. - Gunakan jaringan VPN jika terjadi HTTP Error 403. Hasil dari script di atas berupa fragmen-fragmen file (format TS) yang tersimpan dalam folder bernama "fragsdir". Untuk menggabungkannya menjadi sebuah file utuh, gunakan command bernama combts dengan command line berikut: combts fragsdir delete Lalu, dengan menggunakan bantuan program ffmpeg, semua video dengan format TS (ekstensi .ts) dapat diubah ke format MP4 dengan batch command sebagai berikut. @echo off setlocal EnableDelayedExpansion for %%a in (*.ts) do ( ffmpeg -i "%%~na.ts" -c:v copy -c:a copy "%%~na.mp4" ) Sebagai catatan, semua program-program command yang disebutkan di atas (pyarxiver.exe, combts.exe, ffmpeg.exe) beserta batch script file-nya harus berada atau dikumpulkan dalam 1 folder yang sama. ![]()
![]()
Media CD/DVD yang ada dalam sebuah DVD-ROM drive eksternal dapat diakses dari smartphone atau TV Box Android dengan bantuan aplikasi bernama MLUSB Mounter - File Manager. App ini mempunyai modul ekstensi bernama UDF/ISO mounter yang dapat membaca isi disc berupa file data, musik, atau DVD-Video. Perlu diingat, tidak semua smartphone dapat membaca DVD-ROM drive eksternal, meskipun mendukung USB OTG. File-file video dan foto biasanya dapat di-burn ke dalam sebuah disc sebagai data disc. Namun, bagaimana caranya untuk menampung video berformat DVD (yang dapat di-playback di DVD player) dan juga berisi file-file foto (sebagai data) dalam sebuah DVD-disc saja?
Caranya adalah sebagai berikut. 1. Gunakan software Nero Burning ROM dan pilihlah kompilasi burning untuk DVD-Video. 2. Drag and drop isi folder struktur DVD yang telah dibuat sebelumnya di software authoring DVD, seperti TMPGEnc Authoring Works, ke folder VIDEO_TS di jendela tampilan sebelah kiri. 3. Buat sebuah folder baru untuk menampung file-file foto. Beri nama folder-nya, misalnya "IMAGES". 4. Drag and drop source file-file foto dari jendela sebelah kanan ke folder "IMAGES" di jendela sebelah kiri. 5. Klik tombol Burn Now. Sebagai catatan, DVD mix-mode ini terkadang tidak dapat di-playback pada sebagian hardware DVD player karena tidak compliant dengan standar DVD-Video. Namun, ini tidak menjadi masalah jika playback-nya dilakukan pada DVD-ROM/DVD-writer (internal/eksternal) komputer. Masih ingat istilah "DVD region"? DVD region adalah sistem proteksi yang diterapkan pada DVD-disc (berisi movie) agar disc hanya dapat di-playback pada hardware DVD player yang sesuai dengan region disc-nya. Dahulu untuk membeli DVD player, harus dilihat region code-nya, apakah restricted untuk region 1 (Amerika), 3 (Asia Tenggara), dan lainnya. Namun, perkembangan penjualan DVD player saat ini sudah banyak yang "All Region". Artinya, semua region code dari DVD-disc dapat dimainkan.
Hal ini berlaku juga untuk beberapa merek DVD-ROM/writer pada komputer. Untuk dapat membaca dan memainkan DVD-disc region tertentu, region code pada DVD-ROM harus sesuai dengan disc-nya. Hal ini sangat menyulitkan karena region code DVD-ROM hanya dapat diubah oleh software sebanyak 5 kali saja dan setelah itu menjadi permanen. Untuk mem-bypass region code dari DVD-disc, dapat digunakan software AnyDVD HD. Dengan demikian, DVD-disc dapat langsung di-playback tanpa masalah dengan software media player seperti Cyberlink PowerDVD. Software AnyDVD HD ini dapat untuk membuat disc image dari DVD-disc yang diproteksi dengan region code. Proteksinya bisa dipertahankan atau dihapus. Kemudian, disc image-nya dapat diemulasi pada virtual drive atau di-burn ke blank disc menggunakan software legendaris seperti DAEMON Tools Lite dan CloneCD. Ingatlah! Tujuan membuat backup/copy dari disc original adalah agar disc asli tidak cepat scratch karena sering diputar. Jangan sekali-kali untuk membajak content. Jika mengunduh file dalam ukuran file size yang besar, seperti video full HD (2K, 4K) atau file Zip/RAR yang besar, ingatlah hal-hal berikut ini.
1. Pastikan untuk tidak men-save file yang akan diunduh langsung ke USB flash drive, tetapi ke internal drive. Kalaupun hendak menyimpan ke portable external drive, pastikan itu bukan ke flash disk. 2. Jangan mengunduh sembari melakukan unzip/unrar file secara multi-tasking karena kedua proses itu akan saling memperlambat satu sama lain. Selesaikan tasking tersebut satu demi satu. 3. Jika file besar yang hendak diunduh banyak, unduhlah satu per satu, jangan semua sekaligus. 4. Gunakan software download manager, seperti Internet Download Manager (IDM), Download Accelerator Plus (DAP), dan Internet Download Accelerator (IDA). Apa yang nampak pada layar software OBS Studio dapat diproyeksikan ke tampilan layar aplikasi desktop client Zoom. Caranya adalah dengan menekan tombol "Start Virtual Camera" pada software OBS Studio dan memilih "OBS Virtual Camera" pada tombol "Start Video" di aplikasi desktop client Zoom. Selanjutnya, pada settings video Zoom, hapuslah tanda centang (uncheck) pada opsi "Mirror my video" agar proyeksi gambar tidak terbalik. Untuk menggunakan fitur ini, install-lah software OBS Studio dan Zoom versi terbaru, yakni yang dirilis setelah bulan September 2020. Untuk melakukan screen recording pada layar monitor komputer dengan hasil gambar video yang jelas, tajam, dan gerakan yang smooth, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. 1. Resolusi gambar video hasil screen recording tidak boleh di-resize. Artinya, resolusi video hasil editing harus sama dengan resolusi video saat di-record atau resolusi video input sama dengan output. Sebagai contoh, jika area screen recording adalah sebesar 1024 x 576 piksel, maka resolusi output video setelah diedit juga harus 1024 x 576. Jika output video di-resize ke resolusi yang lain, misal 1280 x 720, maka gambar tidak lagi tajam. Sebaliknya, jika resolusi video output yang diinginkan adalah 720p atau 1080p, maka record-lah screen dengan area 1280 x 720 atau 1920 x 1080. 2. Screen recording dalam mode full screen area harus di-playback di media player dalam mode full screen juga. Ini untuk menjaga konsistensi resolusi waktu di-record dan waktu di-view. Misal, software screen recorder di-set ke full screen area pada resolusi 1366 x 768, maka pada waktu di-playback di software media player, harus di-view secara full screen juga dengan resolusi 1366 x 768. 3. Adalah lebih baik tidak me-record screen dalam mode full screen display, tetapi dalam mode windowed screen (scaled down display). Alasannya, untuk mengurangi beban GPU dan CPU agar tidak terjadi lagging atau drop frame rate. Namun, hal ini tidak mutlak jika spesifikasi GPU dan CPU-nya sudah memadai. Contoh, jika resolusi display dari monitor di-set ke 1366 x 768, maka area screen recording dilakukan di bawah resolusi itu, misal 1024 x 576 atau 1280 x 720. 4. Tidak mengubah frame rate hasil recording dengan frame rate video hasil editing. Misal, frame rate screen recoding di-set ke 30 fps, maka video hasil editing juga harus di-ouput pada frame rate 30 fps. Perhatikan contoh video hasil screen recorder di atas ini. Video ini di-screen record dengan mode full screen area pada resolusi 1368x736. Untuk melihatnya dengan tajam, video harus di-playback pada media player dengan mode full screen.
|
AuthorMultimedia Archives
April 2025
Categories |