Untuk mengedit video sekaligus menambahkan subtitle dan mengekspornya sebagai file SRT, VTT, atau SSA, dapat menggunakan software NCH VideoPad. Subtitle yang telah dibuat dapat di-burn-in bersama videonya (open caption) atau sebagai file terpisah yang dapat dimunculkan/disembunyikan (close caption). Keunggulan lainnya dari software ini adalah dapat mengekspor video MP4 secara lossless, artinya kualitas gambar input dan output-nya akan sama, tidak mengalami penurunan karena proses kompresi dan resize. Hal ini cocok untuk membuat video tutorial berisi banyak gambar berupa teks yang diperoleh dari hasil screen recording/capture.
0 Comments
Berikut adalah cara menampilkan lirik lagu di software OBS Studio pada saat live streaming. 1. Pertama-tama, unduhlah script OBS-Lyrics dari link https://github.com/amirchev/OBS-Lyrics/releases. Kemudian copy-lah file lyrics.lua yang sudah diunduh tersebut ke folder: C:\Program Files\obs-studio\data\obs-plugins\frontend-tools\scripts. Setelah itu, load script tersebut dari menu Tools di software OBS Studio. 2. Tambahkan komponen Text (GDI+) di kolom sources software OBS Studio. Atur properties teksnya yang meliputi jenis font, size, warna, dan outline, misalnya font Arial Black 72 points berwarna putih dengan 7 points outline warna hitam. Kemudian atur posisi alignment dari teks agar berada di tengah bawah layar display. 3. Masuk ke bagian deskripsi dari script OBS-Lyrics. Tuliskan nama lagu dan paste seluruh teks lirik lagunya di kolom deskripsi yang tersedia. Teks lirik lagu bisa didapat dari pencarian di internet. Klik tombol Save untuk menyimpannya di folder C:\Users\username\.config\.obs_lyrics. Ulangi langkah ini untuk menyimpan lirik lagu-lagu yang lainnya. Semua daftar lirik lagu yang telah di-save akan muncul di Song Directory. 4. Pilihlah salah satu lirik lagu di Song Directory dan klik tombol Prepare Song. Lirik lagu tersebut akan dimasukkan ke bagian Prepared Songs. Pilihlah juga Text (GDI+) di bagian Text Source. 5. Pilihlah lirik lagu mana yang akan ditampilkan dari bagian Prepared Songs. Tekan tombol Show/Hide Lyrics sampai teks lirik muncul di layar OBS Studio. Tekan dan cobalah tombol-tombol Next dan Previous Lyric untuk menampilkan baris-baris lirik. Jika perlu, aturlah kembali properties dan posisi alignment dari teks sampai dirasa tepat. 6. Untuk memudahkan navigasi lirik, gunakan shortcut key yang dapat di-customize di bagian settings software OBS Studio. Latihlah dahulu penggunaan metode ini hingga lancar dan terbiasa agar tidak terjadi hambatan pada saat live streaming berlangsung. Pada saat mem-playback sebuah file video di set-top-box TV, umumnya subtitle hanya dapat dimunculkan asalkan nama file-nya sama dengan nama file videonya. Jika kita mempunyai banyak file video dalam beberapa folder/subfolder, di mana nama file subtitle-nya banyak yang tidak sama dengan nama videonya, maka akan sangat melelahkan untuk me-rename-nya satu per satu. Namun, dengan bantuan software Subtitle Renamer, hal tersebut dapat dilakukan secara batch. Cukup pilih folder utama (parent folder) yang di dalamnya terdapat subfolder-subfolder berisi video dan subtitle tersebut. Syaratnya, hanya boleh 1 file video untuk 1 file subtitle saja dalam sebuah folder/subfolder. Jika terdapat lebih dari 1 file subtitle dalam folder/subfolder tersebut, maka akan ditambahan sebuah sufiks (akhiran) berupa nomor urut. Di samping itu, ada software Subtitle and Video Renamer yang mampu menamai file video berdasarkan nama file subtitle-nya atau sebaliknya. Juga ada fitur pemetaan/mapping antara file video dan subtitle-nya secara sebelah-menyebelah agar tidak terjadi kesalahan. Ini cocok jika terdapat campuran banyak file video dan subtitle yang terletak dalam 1 folder utama saja. Berhati-hatilah agar tidak salah memasangkan video dengan subtitle-nya. Jika tidak, maka dapat bertambah kacau. Yang paling baik adalah masing-masing video dan pasangan subtitle-nya terkumpul dalam sebuah folder. Ada 2 cara untuk merekam atau mendapatkan video live streaming secara langsung (live). Pertama, dengan cara screen capture atau screen recorder menggunakan software seperti Cyberlink Screen Recorder. Kelebihannya, semua jenis video yang tampil di layar monitor komputer dapat di-capture. Kelemahannya, perangkat komputer tidak dapat digunakan untuk mengerjakan tugas lainnya karena akan mengganggu jalannya proses capture. Resolusi video yang dapat di-capture terbatas pada resolusi sumber video streaming-nya. Pilihlah resolusi capture pada maksimum 720p atau malah 480p saja agar drop frame tidak sering terjadi.
Cara kedua adalah menggunakan software Replay Media Catcher. Kelebihannya, video streaming dapat langsung diunduh dari link HTTP(S)-nya. Resolusi video streaming dapat dipilih dalam format HD (high definition 720p jika ada) atau SD (standard definition 480p). Kelemahannya, tidak semua video live broadcast dapat diunduh. Hal ini tergantung dari pihak broadcaster video streaming tersebut, apakah bersifat protected content atau tidak. Jika cara kedua ini gagal, tempuhlah cara pertama. Harap diingat, video streaming yang direkam atau diunduh hanya untuk keperluan personal backup saja, bukan untuk membajak atau memanipulasi content. Ada kalanya video yang berisi tutorial, seminar, ceramah, khotbah, atau audio monolog lainnya perlu diberi subtitle/caption agar isi materi atau content-nya menjadi lebih jelas kepada para pendengar. Kita dapat mengetik teks subtitle sambil mendengarkan suara ucapan dari videonya secara manual, tetapi cara ini memakan waktu yang lama.
Ada metode yang bernama audio transcribing, yaitu mengubah ucapan menjadi teks atau konon disebut speech to text. Dalam hal ini, suara ucapan yang ada dalam file audio (MP3) disalin menjadi file teks (TXT). Kini ada juga metode bernama caption transcribing, yakni suara ucapan yang ada dalam file video (MP4) disalin menjadi file subtitle (SRT). Perbedaan audio transcribing dengan caption transcribing adalah pada caption transcribing terdapat timecode, sedangkan pada audio transcribing tidak. Software terbaik untuk audio transcribing adalah Dragon Naturally Speaking. Banyak penyedia jasa transcriber online, baik secara manual atau dengan cara machine learning berteknologi AI (artificial intelligence) dengan tingkat akurasi 98-99%, misalnya Rev, happyscribe, dan Maestra. Untuk membuat subtitle video YouTube dapat mencoba website http://youtube-subtitle.com. Website YouTube sendiri mempunyai fitur auto-generated closed caption (CC) untuk video berbahasa Inggris, sedangkan fitur auto-generated CC untuk video live streaming berbahasa Indonesia masih dalam tahap beta. Ada pula fitur auto-translate ke bahasa lain (termasuk Indonesia), asalkan di videonya sudah tersedia minimum 1 subtitle dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Salah satu software yang dapat digunakan untuk membuat file subtitle SRT dan TXT secara otomatis dari file video MP4 atau dari file audio MP3 adalah pyTranscriber. Akurasi dari software ini sekitar 90-95% dengan syarat artikulasi kalimat harus diucapkan dengan jelas dan bersih (tidak ada background noise). Lebih tepat untuk ucapan monolog, bukan dialog yang tumpang-tindih. Mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Untuk bahasa Inggris, tingkat akurasinya cukup tinggi. Kelemahannya, banyak baris kalimat atau kata-kata yang lolos dan banyak lafal yang salah di-transcribe. Setidaknya, dengan software pyTranscriber ini kita tidak perlu membuat file subtitle dari nol. Untuk menerjemahkan bahasa original dari sebuah file subtitle (format SRT) ke bahasa lainnya, dapat menggunakan software Subtitle Translation Wizard dan Subtitle Edit. Kelemahannya, hasil terjemahan atau tata bahasanya terasa kaku. Namun, setidaknya masih dapat dimengerti. Untuk aplikasi penerjemah subtitle di smartphone Android, dapat menggunakan app File Translator Subtitle. Keunggulannya app ini dapat menerima input format subtitle seperti SRT, VTT, SUB, TXT, dan LRC (lirik).
Cara lain adalah menggunakan website Google Translate dengan cara meng-copy-paste teks subtitle-nya. Selain itu, software Microsoft Word juga mempunyai fitur "Translate" dari 1 bahasa ke bahasa lainnya. File format SRT-nya harus di-save ke file format DOCX terlebih dahulu. Setelah selesai, di-save kembali ke format TXT. Lalu, ekstensi file-nya di-rename ke SRT. Hasil terjemahannya bahkan lebih baik dari Google Translate untuk terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Sampai saat ini, cara terbaik untuk menerjemahkan bahasa subtitle adalah dengan metode human translation dan bukan machine translation. Banyak jasa penerjemah online dengan metode human translation yang baik di luar sana. Selain itu, ada website khusus penerjemah file subtitle dengan metode machine translation, seperti Subtitle Cat dan Translate subtitles yang dapat digunakan secara gratis. Open caption atau subtitle yang telah di-burn-in (hardcoded) dalam frame-frame video dapat diekstrak menjadi file subtitle (close caption) yang terpisah dari videonya dengan bantuan software VideoSubFinder dan Abbyy FineReader. Teknik yang digunakan adalah membaca gambar-gambar video yang berisi tulisan serta mengubahnya menjadi teks dengan metode OCR (optical image recognition). Langkah-langkahnya sebagai berikut. 1. Tempatkan parent folder dari software VideoSubFinder di root drive atau drive C komputer. Jalankan software VideoSubFinder dan klik tombol Clear Folders terlebih dahulu sebelum memulai proses ekstraksi. Lalu, klik Open video (openCV) untuk meng-input file video yang akan diproses. Kemudian, klik menu tab Search. Lakukan crop pada video sebatas baris subtitle saja. Lalu, klik tombol Run Search. Tunggu sampai selesai. 2. Kemudian, klik menu tab OCR. Klik tombol Create Cleared TXT Images. Tunggu kembali sampai selesai. Hasilnya adalah sekumpulan gambar berisi subtitle dengan latar belakang putih. Biarkan software dalam keadaan terbuka dan jangan ditutup. 3. Sementara itu, buka software Abbyy FineReader, lalu import semua gambar yang dihasilkan dari langkah nomor 2 (di subfolder TXTImages). Lakukan proses OCR dengan cara membaca dan men-save setiap gambar yang ada menjadi plain text (format TXT). Periksa dan koreksilah dahulu setiap hasil pembacaan OCR sebelum di-save menjadi teks. Pada saat menyimpan file teks, pilih "Create a separate file for each source file". Hasilnya disimpan dalam subfolder bernama TXTResults. 4. Setelah itu, masuk kembali ke software VideoSubFinder, lalu klik tombol Create Sub From TXT Results. Hasil akhirnya adalah sebuah file SRT yang masih perlu diedit dari kesalahan-kesalahan huruf dalam teks. Editlah dengan menggunakan software Notepad di Windows. 5. Jika timing subtitle dan videonya tidak sinkron, gunakan software Subtitle Edit untuk mensinkronkannya. Teknik ini berguna untuk mendapatkan kembali file SRT yang sudah terlanjur di-hardcoded permanen pada gambar video aslinya. Di posting blog sebelumnya, telah disinggung beberapa software untuk mengunduh video YouTube beserta close caption (CC) atau subtitle-nya jika memang tersedia. Kali ini, akan diperkenalkan sebuah program/software yang menjadi engine utama dari semua software pengunduh video dan subtitle di beberapa website layanan streaming, terutama YouTube. Software kecil ini bernama youtube-dl (sekarang yt-dlp) yang berbentuk command-line program. Bagi yang tidak familiar dengan perintah command-line CMD di sistem operasi Windows, akan sedikit kesulitan untuk menggunakannya. Bacalah dokumentasi cara penggunaan program tersebut yang terdapat di halaman website-nya. Syarat agar close caption dapat diunduh yaitu di link video YouTube harus tersedia minimal 1 subtitle, entah itu dalam bahasa Inggris atau lainnya. Yang menarik adalah program youtube-dl atau yt-dlp ini mendukung auto-generated subtitle dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia tentunya. Format file close caption/subtitle-nya adalah VTT (Web Video Text Tracks) dan bukan SRT (subrip) yang sudah lebih umum. Untuk mengubah file VTT ke SRT, gunakan software Subtitle Edit atau program ffmpeg yang dijalankan dengan baris perintah/command-line Windows. Sebagai catatan, file ffmpeg.exe harus ada berdampingan dengan file yt-dlp.exe agar eksekusi baris perintahnya dapat berjalan lancar. Seperti sudah disinggung di atas, software youtube-dl sudah lama tidak di-update dan digantikan dengan program serupa yang bernama yt-dlp (latest version-nya dapat diunduh dari link ini). Beberapa contoh penulisan batch command untuk menjalankan program yt-dlp dapat dilihat pada gambar-gambar sebagai berikut. ![]()
Umumnya, subtitle dari sebuah video adalah sebuah file (SRT, TXT) tersendiri yang terpisah dari file videonya. Ada 2 cara jika subtitle ingin dijadikan satu dengan file videonya, yaitu dengan cara di-burn-in pada frame-frame videonya atau disisipkan (embed) sebagai subtitle handler dengan bantuan software khusus, seperti Gihosoft TubeGet. Software ini mempunyai fitur untuk meng-convert file video sekaligus menyisipkan file subtitle yang sudah diunduh sebelumnya. Kelemahannya, hanya satu subtitle saja yang dapat di-embed ke dalam file videonya. Jika ada beberapa subtitle dalam berbagai bahasa, tetap lebih baik dibuat terpisah menjadi file-file SRT tersendiri. Untuk video berformat MP4, dapat menggunakan software My MP4Box GUI untuk menyisipkan beberapa file subtitle sekaligus (maksimum 20) ke dalam videonya. Demikian juga untuk menyisipkan berbagai subtitle stream ke dalam sebuah video, dapat juga dengan cara meng-convert video tersebut menjadi berformat MKV dengan menggunakan software MKVToolNix. Cara yang paling efektif untuk membuat video tutorial tentang penggunaan sebuah software atau aplikasi adalah dengan me-record secara visual apa yang nampak pada screen monitor atau gadget. Untuk melakukan screen recording pada monitor komputer, dapat menggunakan software seperti Cyberlink Screen Recorder, Bandicam. Filmora Scrn, Snagit, atau Camtasia, sedangkan pada screen gadget dapat menggunakan app AZ Screen Recorder. Untuk memberi tanda atau menjelaskan suatu hal di layar, software Epic Pen dapat digunakan sebagai screen marker secara real time pada layar monitor, sedangkan app Screen Draw dapat digunakan sebagai screen marker pada layar gadget. Jika menggunakan software Bandicam atau Camtasia, sudah disertakan drawing marker-nya. Akhirnya, video captured tersebut perlu diedit agar hasil akhirnya nampak lebih baik. Untuk itu, software Camtasia sudah menyertakan video editor yang dapat melakukan efek zoom and pan, cursor effect, dan lain-lain. Namun, harga software ini termasuk mahal. Sebagai alternatifnya, dapat menggunakan software Filmora Scrn yang lebih murah harganya atau memakai software Snagit jika durasi tutorial tidak terlalu lama dan hanya perlu di-trim/cut saja. Prosedur yang baik adalah melakukan screen recording terlebih dulu (misal, dengan Bandicam). Kemudian, edit-lah hasilnya dengan software video editor tersendiri (misal, dengan ACDSee/Luxea Video Editor) tanpa mengubah resolusi screen capture/recording-nya agar ketajaman (crisp) gambar dan tulisan tidak berubah. Contoh screen recording menggunakan software Cyberlink Screen Recorder dan software Epic Pen sebagai drawing marker-nya. |
AuthorMultimedia Archives
April 2025
Categories |